Muncul banyak opini dari pembaca, diantaranya bahwa latihan ISIS tersebut ditujukan hanya bagi anggota ISIS asal Asia Tenggara guna mempersiapkan mereka membuka pertempuran terbuka di daerah asalnya (Indonesia Malaysia).
Opini dan prediksi seperti ini selayaknya menjadi perhatian serius bagi semua pemerintahan di Kawasan Asia Tenggara, khususnya Indonesia.
Sampai saat ini diperkirakan ada 500 anggota ISIS asal Indonesia, jika pemerintah tidak memiliki solusi tegas dan tepat maka kepulangan para WNI anggota ISIS tersebut bisa saja menjadi ancaman keamanan yang serius. Sebab mereka telah dibekali kemampuan tempur layaknya perang gerilya di hutan-hutan jaman perang Kemerdekaan RI.
Mungkin solusi terbaik hanyalah segera mencabut kewarganegaraan orang-orang yang terbukti telah menjadi anggota ISIS. Hal ini tentu tidak akan bertentangan dengan undang-undang. Berikut cuplikan berita terbaru tentnang latihan tersebut.

No comments:
Post a Comment