Baru-baru ini beredar khabar bahwa Ford hengkang dari Indonesia. Ada spekulasi, tutupnya Ford karena ketiadaan manufakturnya di Indonesia, sehingga enyediaan mobil ditanah air harus impor dari luar negeri.
Sulit bagi perusahaan mobil untuk betkembang jika sepenuhnya mengandalkan impor. Mobil merupakan jenis barang yang butuh perawatan, sehingga akan selalu memerlukan ketersediaan spare part di pasaran. Bila tidak tersedia, maka mau tidak mau konsumen harus pindah ke merek lain yang jelas tersedia suku cadangnya
La merso
Thursday, January 28, 2016
Wednesday, January 27, 2016
Alasan Jepang Tidak Mau Serang ISIS
Kita tahu bahwa beberapa waktu lalu ISIS mengeksekusi mati 2 rang tawanan mereka asal jepang, tapi tindakan kejam ISIS tersebut tidak mampu mengubah sikap jepang terhadap aksi militer. Perlu diketahui bahwa Jepang sampai saat itu jepang belum memiliki Undang-undang yang mengatur aksi perang militer keluar negeri.
Sistem keamanan Jepang sebesar-besarnya ditujukan untuk pertahanan dalam negeri semata. Adapun aksi militer keluar negeri hanyalah bersifat aksi bantuan kemanusiaan. Hal ini disayangkan bamyak pihak termasuk publik Jepang itu sendiri.
Namun demikian, baru-baru ini parlemen Jepang telah mengesahkan sebuah undang-undang yang memungkinkan adanya pengiriman tentara ke luar negeri untuk melakukan aksi militer. Undang-undang tersebut mendapat banyak penolakan, tapi tetap disahkan oleh parlemen.
Banyak begara saat ini secara terang-terangan menyatakan kampanye perang melawan ISIS namun kenyataanya kampanye tersebut sepertinya hamya sekedar ancaman saja, kita bisa melihat bukti ketidak adaan serangan nyata negara-negara tersebut. Hal ini menimbulkan spekulasi da teori konspirasi bahwa sebenarnya ISIS dilindungi oleh negara-negara tersebut demi berbagai kepentingan nasional mereka.
Daripada sembunyi-sembunyi mungkin alangkah baiknya bersikap seperti Negara Jepang yang jelas-jelas menyatakan tidak akan bergabubg dengan koalisi aksi militer untuk menyerang ISIS di Irak dan Suriah.
Baca juga
Sistem keamanan Jepang sebesar-besarnya ditujukan untuk pertahanan dalam negeri semata. Adapun aksi militer keluar negeri hanyalah bersifat aksi bantuan kemanusiaan. Hal ini disayangkan bamyak pihak termasuk publik Jepang itu sendiri.
Namun demikian, baru-baru ini parlemen Jepang telah mengesahkan sebuah undang-undang yang memungkinkan adanya pengiriman tentara ke luar negeri untuk melakukan aksi militer. Undang-undang tersebut mendapat banyak penolakan, tapi tetap disahkan oleh parlemen.
Banyak begara saat ini secara terang-terangan menyatakan kampanye perang melawan ISIS namun kenyataanya kampanye tersebut sepertinya hamya sekedar ancaman saja, kita bisa melihat bukti ketidak adaan serangan nyata negara-negara tersebut. Hal ini menimbulkan spekulasi da teori konspirasi bahwa sebenarnya ISIS dilindungi oleh negara-negara tersebut demi berbagai kepentingan nasional mereka.
Daripada sembunyi-sembunyi mungkin alangkah baiknya bersikap seperti Negara Jepang yang jelas-jelas menyatakan tidak akan bergabubg dengan koalisi aksi militer untuk menyerang ISIS di Irak dan Suriah.
Baca juga
Komandan ISIS Indonesia di Suriah Muncul latihan Perang di hutan
ISIS Latihan Di Hutan Layaknya di Indonesia
Video terbaru latihan tentara ISIS asal Indonesia dan Malaysia menunjukkan mereka sedang latihan tempur di hutan belantara. Hal ini sangat menarik, sebab kita tahu bersama bahwa medan pertempuran di timur tengah kebanyakan ada di gurun.
Muncul banyak opini dari pembaca, diantaranya bahwa latihan ISIS tersebut ditujukan hanya bagi anggota ISIS asal Asia Tenggara guna mempersiapkan mereka membuka pertempuran terbuka di daerah asalnya (Indonesia Malaysia).
Opini dan prediksi seperti ini selayaknya menjadi perhatian serius bagi semua pemerintahan di Kawasan Asia Tenggara, khususnya Indonesia.
Sampai saat ini diperkirakan ada 500 anggota ISIS asal Indonesia, jika pemerintah tidak memiliki solusi tegas dan tepat maka kepulangan para WNI anggota ISIS tersebut bisa saja menjadi ancaman keamanan yang serius. Sebab mereka telah dibekali kemampuan tempur layaknya perang gerilya di hutan-hutan jaman perang Kemerdekaan RI.
Mungkin solusi terbaik hanyalah segera mencabut kewarganegaraan orang-orang yang terbukti telah menjadi anggota ISIS. Hal ini tentu tidak akan bertentangan dengan undang-undang. Berikut cuplikan berita terbaru tentnang latihan tersebut.
Komandan ISIS Indonesia di Suriah Muncul: Abu Ibrahim Al Indunisy Alias Bachrum Syah
Muncul banyak opini dari pembaca, diantaranya bahwa latihan ISIS tersebut ditujukan hanya bagi anggota ISIS asal Asia Tenggara guna mempersiapkan mereka membuka pertempuran terbuka di daerah asalnya (Indonesia Malaysia).
Opini dan prediksi seperti ini selayaknya menjadi perhatian serius bagi semua pemerintahan di Kawasan Asia Tenggara, khususnya Indonesia.
Sampai saat ini diperkirakan ada 500 anggota ISIS asal Indonesia, jika pemerintah tidak memiliki solusi tegas dan tepat maka kepulangan para WNI anggota ISIS tersebut bisa saja menjadi ancaman keamanan yang serius. Sebab mereka telah dibekali kemampuan tempur layaknya perang gerilya di hutan-hutan jaman perang Kemerdekaan RI.
Mungkin solusi terbaik hanyalah segera mencabut kewarganegaraan orang-orang yang terbukti telah menjadi anggota ISIS. Hal ini tentu tidak akan bertentangan dengan undang-undang. Berikut cuplikan berita terbaru tentnang latihan tersebut.
Komandan ISIS Indonesia di Suriah Muncul: Abu Ibrahim Al Indunisy Alias Bachrum Syah
Sumber berita tercantum jelas di gambar.
Subscribe to:
Comments (Atom)

